Dialog Bahas Maraknya Narkoba di Wolo, IMPPW Soroti Ketidakhadiran Kepolisian

Indosultra.com, Kolaka – Kekhawatiran atas peredaran narkoba di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendorong Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Wolo (IMPPW) untuk menggelar dialog publik bertema “Kecamatan Wolo dalam Kepungan Narkoba, Tanggung Jawab Siapa?” di tribun Lapangan Joeng 45, Kelurahan Wolo.

Dialog ini menghadirkan tokoh pemuda, perwakilan pemerintah, dan unsur masyarakat, sebagai bentuk keprihatinan atas meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang mulai menyentuh berbagai lapisan masyarakat di Wolo.

Ketua IMPPW Sultra, Ikramullah, menyampaikan bahwa dialog ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda di Wolo.

“Wolo bukan lagi zona aman. Semua pihak harus sadar dan bertindak. Ini soal generasi kita ke depan,” tegasnya.

Sekretaris Camat Wolo, Taslim Muthalib, yang mewakili camat dalam forum itu, mengakui bahwa Wolo berada dalam kondisi darurat narkoba.

“Masalah ini tak bisa diserahkan hanya kepada kepolisian. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Namun, ketidakhadiran aparat kepolisian menjadi sorotan tersendiri dalam dialog tersebut. Mantan Ketua IMPPW Sultra 2018–2019, Syamsuriadi, menyayangkan absennya pihak Polsek maupun BNN.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar hadir menyampaikan materi, namun hingga acara berlangsung tak ada satu pun perwakilan yang datang. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya.

Irhas Saputra, tokoh muda IMPPW yang juga menjadi pembicara, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Pemuda harus berani bersuara, bertindak, dan menjadi pagar kampung. Kita tak boleh menunggu korban berikutnya,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Lurah Ulu Wolo, Karim, yang menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memerangi peredaran narkoba di wilayahnya.

“Kami siap bersinergi, baik lewat edukasi masyarakat, pemetaan zona rawan, maupun pendekatan berbasis keluarga,” katanya.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ini dihadiri oleh berbagai elemen kepemudaan se-Kecamatan Wolo, tokoh masyarakat, lurah, kepala desa, dan perwakilan dari PT Ceria Nugraha Indotama.

Dialog ini diharapkan menjadi titik awal gerakan bersama dalam memerangi narkoba serta membangun kesadaran kolektif untuk menyelamatkan masa depan Wolo dari ancaman zat terlarang tersebut.

Laporan: Krismawan

error: Hak cipta dilindungi undang-undang !!