Indosultra.Com, Konawe Utara – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta Gubernur Sultra, Andi Simanggeruka agar turun meninjau langsung kondisi jalan trans sulawesi yang berada di Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konut.
Permintaan itu didasari atas kondisi jalan saat ini yang sudah lumpuh total akibat tertutupi banjir setinggi 1 meter dengan panjang sekira 300 meter.
Situasi jalan yang menghubungkan Provinsi Sultra dan Provinsi Sulawesi Tengah ini juga telah lumpuh total akibat tidak bisa di lintasi kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Antrian panjang terjadi sepanjang 3 kilo meter.
Selain itu, masyarakat pengendara harus menggunakan jasa pincara untuk bisa melewati jalan tersebut dengan tarif biyaya yang sangat besar yakni Rp 500 sampai Rp 700 ribu untuk mobil, dan Rp 100 sampai Rp 150 ribu untuk motor, itupun harus berhari-hari.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, dengan segala hormat melalui surat terbuka ini kami meminta bapak gubernur Sulawesi Tenggara agar sekiranya dapat meninjau langsung kondisi jalan di Sambandete Konawe Utara, yang sudah putus akibat banjir. Kami sangat harapkan kehadiran bapak Gubernur Sultra,”ucap Wakil Ketu F-PRB Konut, Suleman Tepamba menyampaikan secara langsung surat terbukanya, Jumat 4 April 2025.
Suleman menyampaikan dengan kehadiran Gubernur Sultra, Andi Simanggeruka diyakini pemerintah provinsi dapat memberikan solusi terkait penanganan jalan tersebut untuk mengkoordinasikan bersama pemerintah kabupaten di Balai Jalan Nasional (BJN) Pusat.
Banjir yang menutupi ruas jalan di Sambandete Konut, dan kemacetan panjang hingga kiloan meter, serta tarif biyaya besar pincara seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun sejak tahun 2020-2025 saat musim hujan tiba.
Seperi diketahui, Kemacetan sebelumnya kembali terjadi di jalan penghubung trans sulawesi antara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak Jumat, 21 Maret 2025. Antrian panjang kendaraan ini berlangsung di wilayah Sabandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara.
Namun saat ini hingga, Sabtu 5 April 2025 kondisi banjir di jalan trans sulawesi wilayah Sambandete masih terjadi. Bahkan, volume air terus bertambah 90 cm yang sebelumnya.
Kendaraan roda dua dan empat harus menggunakan rakit pincara untuk menyebrang. Sebab, jalan tersebut sudah tak bisa dilintasi tanpa bantuan rakit.
Petugas gabungan siaga banjir dari Pemda Konut, Polres, Kodim 1430, Basarnas, TNI AL, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Damkar, Satpol, F-PRB, Pramuka, dan ORARI masih masih terus berada di lokasi menangani arus lalulintas, dan membantu masyarakat menyebrang.
Ditempat lain, jembatan penghubung wilayah Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konut, menuju desa lain dan ibu kota wanggudu juga terputus akibat jembatan satu-satunya yang di gunakan masyarakat terendam banjir, yang diakibatkan air sungai naik sehingga menutupi jembatan.
***
Laporan: Redaksi

